KLAUSAMEDIA, Kutim – Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim mengakui jika jaringan internet sekolah gratis starlink putus sejak Maret 2025. Layanan tersebut berhenti total karena kehabisan kuota.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian, Ronny Bonar mengatakan kuota internet yang saat itu disiapkan sebesar 50 GB tiap bulan di masing-masing sekolah
“Itupun harus kita akui dengan berat hati, sejak Maret 2025 lalu, layanan tersebut terhenti total karena kehabisan kuota,” kata Joni, Kepala Diskominfo Staper Kutim.
Kadis Kominfo Staper Kutim, Ronny Bonar mengatakan habisnya kuota internet sekolah gratis karena tidak dilakukan penambahan kuota internet dibulan berikutnya.
“Saat itu hanya sampai di Bulan Maret, karena kuotanya hanya segitu,” terangnya.
Terputusnya jaringan internet sekolah geratis terjadi karena kurangnya komunikasi atau miskomunikasi antara Diskominfo Stapler Kutim dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim.
Diskominfo beranggapan, biaya kuota internet selanjutnya diakomodir Disdikbud Kutim, sementara Disdikbud Kutim berfikir jika internet gratis terus dibawah kewenangan Diskominfo Staper Kutim.
Perbedaan persepsi ini menyebabkan banyak sekolah tidak menikmati program internet gratis dengan maksimal tahun ini.
“Diakhir tahun baru ada penambahan,” kata Ronny Bonar.
Hal ini menyebabkan beberapa kendala terjadi di sekolah, diantaranya ;
Administrasi sekolah yang semakin digital menjadi terhambat.
Pelaksanaan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis
Komputer) seringkali terkendala.
Guru dan siswa kehilangan akses terhadap sumber belajar daring yang kaya.
Aplikasi pembelajaran modern tidak dimanfaatkan secara optimal. (ADV)




