KLAUSAMEDIA, Kutim – Jumlah kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Kutai Timur tahun 2025 mengalami peningkatan sebanyak 104 kasus.
Akibatnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) menghadapi tantangan besar dalam menekan penyebaran penyakit HIV/AIDS termasuk penyakit menular seksual (PMS).
Penyebab utama peningkatan HIV/AIDS karena pergaulan bebas atau hubungan bebas dengan bergonta-ganti pasangan, dan paling banyak terjadi berpasangan pekerja seks komersial (PSK).
Saat ini di Kutim, tempat-tempat hiburan malam resmi ditutup, karena itu pergerakan para pekerja seks komersial (PSK) justru makin sulit dilacak.
Plt Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, mengungkapkan bahwa fenomena ini muncul karena aktivitas PSK tidak serta-merta berhenti dengan ditutupnya lokalisasi. Aktivitas PSK kini hanya berpindah lokasi, memilih beroperasi di tempat yang lebih tersembunyi dan sulit dijangkau petugas kesehatan.
“Kutim ini sekarang tersebar, agak susah dipantau. Karena yang legal kan ditutup. Akhirnya pindah di remang-remang, di hotel. Seperti itu yang kadang-kadang kita kesusahan,” ujarnya.
Perubahan pola tersebut membuat Dinkes dan petugas di lapangan bekerja ekstra keras. Pemantauan yang dulunya terpusat di beberapa titik kini harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih hati-hati, bahkan kadang melibatkan jaringan informal agar bisa menjangkau kelompok berisiko.
Padahal, selama ini Dinkes bersama puskesmas dan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) secara rutin melakukan pemeriksaan serta penyuluhan di seluruh kecamatan. Namun, berpindahnya lokasi aktivitas PSK ke tempat tertutup membuat upaya tersebut tidak lagi semudah dulu.
“Kalau dulu kan mereka terpantau di satu lokasi, tinggal datang, periksa, dan kasih penyuluhan. Sekarang harus dicari dulu, kadang tidak mau terbuka,” kata Sumarno.
Dinkes Kutim berharap agar masyarakat dapat memahami dan mendukung upaya pemerintah dalam menekan penyebaran PMS dan HIV/AIDS.
“Kita berharap masyarakat dapat mendukung upaya kita dalam menekan penyebaran PMS dan HIV/AIDS,” katanya.
Dengan demikian, Dinkes Kutim terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menekan penyebaran PMS dan HIV/AIDS di Kutim.
“Kita akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menekan penyebaran PMS dan HIV/AIDS di Kutim,” tegas Sumarno.
Pemerintah daerah juga berharap agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah penyebaran PMS dan HIV/AIDS.
“Kita berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah penyebaran PMS dan HIV/AIDS,” tambah Sumarno. (ADV)





