Agus Haris: PPPK Bontang Tetap Aman Meski Belanja Pegawai Dipangkas 30%

KLAUSAMEDIA, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan bahwa tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Bontang tidak akan terdampak oleh wacana pemangkasan belanja pegawai hingga 30 persen.

Menurut Agus Haris, kondisi belanja pegawai di Bontang saat ini masih berada dalam zona hijau yang aman. Porsi belanja pegawai baru mencapai sekitar 30 persen, sehingga tidak ada rencana pengurangan atau pemutusan hubungan kerja terhadap PPPK tahun depan.

“Kalau skemanya untuk Bontang, insyaallah tahun depan masih aman. Karena belanja pegawai kami masih berada pada ambang batas yang masih hijau, sehingga kemungkinan besar tidak ada PHK,” ujar Agus Haris saat ditemui redaksi, Senin (30/3/2026).

Lebih lanjut, Agus Haris menjelaskan bahwa seluruh kepala daerah di Indonesia tengah mendorong perubahan skema anggaran. Mereka mengusulkan agar belanja PPPK tidak lagi dimasukkan ke dalam pos belanja pegawai, melainkan dialihkan ke belanja modal atau pos anggaran lainnya yang tidak membebani batas maksimal belanja pegawai.

“Kalau usulan tersebut disetujui pemerintah pusat, maka seluruh daerah di Indonesia akan jauh lebih aman,” katanya.

Meski demikian, Agus Haris tetap realistis. Ia menyatakan bahwa keputusan akhir berada di tangan pemerintah pusat. Untuk Kota Bontang sendiri, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dinilai cukup stabil di kisaran Rp1,7 triliun hingga Rp1,9 triliun, sehingga kebutuhan belanja pegawai masih dapat dipenuhi dengan baik.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya evaluasi jika terjadi penurunan APBD yang drastis. “Kalau tiba-tiba APBD turun menjadi Rp1,5 triliun, tentu kita harus melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap belanja PPPK. Apalagi jika penurunannya sampai 50 persen, mau tidak mau harus ada seleksi kembali,” jelasnya.

Agus Haris berharap kondisi fiskal daerah tetap stabil agar seluruh tenaga PPPK dapat terus bekerja dengan aman dan tidak terganggu. “Mudah-mudahan kalau masih di angka Rp1,7 sampai Rp1,9 triliun, kita masih aman,” pungkasnya. (adv)

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply