KLAUSAMEDIA, BONTANG – Berbagai kendala teknis dan administratif, tak menyurutkan langkah Pemerintah Kota Bontang untuk tetap bergerak cepat merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat. Hal itu ditunjukkan melalui rapat pimpinan yang digelar Senin (13/4/2026) di Ruang Rapat Utama Kantor Wali Kota Bontang.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Neni Moerniaeni dan didampingi Wakil Wali Kota gus Haris ini membahas langkah konkret percepatan proyek yang sangat dinanti masyarakat tersebut.
Neni Moerniaeni menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan prioritas yang tidak boleh terhambat. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk fokus menyelesaikan kendala utama, terutama pematangan lahan.
“Kita harus bekerja lebih cepat dan lebih efisien. Pematangan lahan akan kita mulai bulan ini juga dengan memanfaatkan alat berat milik Pemkot. Dengan cara ini, kita bisa memangkas biaya besar tanpa mengurangi kualitas,” tegas Neni.
Menurutnya, pemanfaatan aset daerah yang ada menjadi salah satu solusi cerdas di tengah keterbatasan anggaran. Selain itu, Neni juga mendorong percepatan proses hibah lahan dan penyelesaian dokumen lingkungan agar pembangunan fisik bisa segera dimulai.
Wakil Wali Kota Agus Haris menambahkan pentingnya sinergi antar perangkat daerah. “Semua dinas harus bahu-membahu. Mulai dari perizinan, persiapan infrastruktur pendukung, hingga akses jalan menuju lokasi sekolah harus berjalan paralel,” ujarnya.
Tim teknis melaporkan bahwa sebagian besar lahan sudah dalam kondisi siap. Hanya diperlukan perapihan akhir dan pematangan di beberapa titik sebelum memasuki tahap pembangunan utama.
Rapat menyepakati jadwal agresif: pematangan lahan dimulai April 2026, diikuti percepatan dokumen pendukung dan persiapan infrastruktur kawasan sekolah. Langkah ini diharapkan dapat mengejar target penyelesaian sesuai rencana.
Dengan semangat percepatan ini, Pemkot Bontang menunjukkan komitmen nyata untuk menyediakan sarana pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda Bontang di masa depan. (adv)
Jurnalis : Amel | Editor : Redaksi




