KLAUSANEWS – Akibat bantaran sungai Api – api longsor, pekan lalu (22/05/2022), warga RT 14 Kelurahan Api – api , Kecamatan Bontang Utara berencana membuat tanggul sementara dari tumpukan karung berisi pasir.
Ketua Rukun Tetangga (RT) 14, Purwanto mengatakan pembuatan tanggul karung pasir tersebut dilakukan sebagai upaya awal, agar tidak terjadi longsor susulan lebih besar yang dapat membahayakan warga sekitar. Sambil menunggu pembangunan siring dari Pemerintah Kota Bontang.
“ Warga mau buat tanggul sementara sambil nunggu pembangunan siring dari pemerintah, jadi pakai karung isi pasir dulu,” ungkapnya.
Ditambahkannya, warga telah menyiapkan 9 rit truk pasir dan mulai dikerjakan pada Minggu (29/05/2022) besok.
” Hari minggu dimulai, cukup 9 rit pasir dulu, takutnya jika di stok duluan bisa hanyut. Nanti kalau sudah habis baru ambi lagi (pasirnya), ” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Api-api, Hadha Sulistiyono menjelaskan sejauh ini, pihaknya telah mengajukan usulan pembangunan turap sungai melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrembangda). Tahun ini (2022) rencana nya akan mulai dilakukan pembangunan siring di RT 40, dilanjutkan tahun depan (2023) untuk sungai di jalan Pattimura.
“ Kalau soal pembuatan siring, itu ranahnya PUPR, cuma kami sudah ajukan usulan pembuatan turap melalui Musrembangda, karena kan hampir semua sungai di Api – api belum di siring,” jelas Hadha.
Selain itu, sebagai upaya lainnya untuk antisipasi banjir, warga juga melakukan bersih – bersih sungai. Ranting – ranting pohon tumbang yang ada di sekitar sungai, dikumpulkan kemudian dibuang.
“ Gotong – royong sekalian Jumat Bersih, seperti arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, biar tidak bertumpuk sisa – sisa ranting jadi sampah,“ tambahnya.
Reporter : Octa
Editor : APL




