Sekolah Negeri Maksimalkan Kuota PPDB, Swasta Gigit Jari

KLAUSANEWS – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK yang dibuka pekan depan, menyisakan kegelisahan bagi sekolah Swasta.

Andi Suherman, pengurus Asosiasi Sekolah Swasta tingkat SMA, mengeluhkan target penerimaan siswa baru yang selalu meleset dari  tahun ke tahun. Penyebabnya karena sekolah negeri memaksimalkan kuota jumlah siswa dalam satu kelas, yakni 36 orang. Misalnya sekolah memiliki 7 kelas, artinya bisa menerima 252 siswa. Kondisi tersebut sangat berimbas terhadap sekolah swasta. Ditambah lagi, kondisi pandemi yang melanda hampir 3 tahun terakhir.

“ Target jumlah siswa baru selalu tidak tercapai, bukan cuma karena pandemi, tetapi penyebab utamanya yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri memaksimalkan angka kuota. 7 kelas dengan masing-masing kelas 36 siswa. Jadi siswa-siswi punya banyak peluang untuk mendaftarkan diri ke SMA/SMK Negeri sebelum memilih pilihan akhir mereka yaitu SMA/SMK Swasta yang ada di kota Bontang,” keluhnya, saat dihubungin redaksi klausabontang.news Rabu (08/06/2022).

Di sekolahnya sendiri, Bahrul Ulum (BU), Andi menuturkan secara formal pendaftaran dibuka pada 20 Juni 2022 mendatang dengan target penerimaan 120 siswa. Jumlah kuota untuk swasta menyesuaikan dengan kapasitas sekolah  

“ Tahun ini kami punya target akan terima 120 siswa, semoga saja mencapai target,” ungkap Andi Suherman yang juga menjabat Kepala Sekolah SMA BU. Rabu Siang (08/06/2022).

Bahkan  untuk menarik minat pelajar, pihak sekolah memberlakukan beasiswa, bebas biaya selama 3 tahun. Syaratnya siswa harus bisa menghafal Al- Qur’an minimal 3 juz.

“ Untuk calon siswa-siswi yang hafal al-qur’an minimal 3 juz, tidak dikenakan biaya apapun sampai lulus nanti, sekolah gratis selama 3 tahun, “ tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Anwar Sanusi saat dikonfirmasi mengatakan sekolah swasta harus bisa menjamin kualitas agar menarik minat pelajar. Ia menyakini jika kualitas bagus pasti siswa datang dengan sendirinya. Anwar menegaskan pembinaan sekolah negeri dan swasta tidak ada perbedaan.

“ Sekolah swasta ibarat pasar, kalau bagus ya orang mau datang, kalau tidak ya mana orang mau. Buktinya ada sekolah swasta di Bontang yang jadi rebutan, “ paparnya.

Ditanya tentang kuota maksimal di sekolah negeri, Anwar tidak berlebihan, karena  memang jatahnya 36 siswa per kelas.

“ Jumlah cuma 36 kok, memang pengaturannya segitu, masa disebut di maksimalnya,” tambahnya.

Reporter : Octa Fadilah

Editor : APL

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply