KLAUSANEWS– Pengadaan seragam gratis untuk siswa Sekolah Dasar (SD) Kelas 1 Kota Bontang tahun ini kembali berupa kain, bukan seragam siap pakai.
Kepala Sekolah SD 013 Bontang Selatan, Rusmiati Rahayu mengatakan pengadaan seragam ini masih menggunakan sistem yang sama, yaitu pengadaannya masih berupa kain, selanjutnya dijahit sesuai ukuran siswa.
“ Tahun ini, diputuskan pengadaan seragam gratis untuk siswa berupa kain bukan pakaian jadi,” kata Rusmiati, Kepala Sekolah SD 013 BS Kepada redaksi klausabontang.news. Senin (27/06/2022)
Rusmiati juga menyebutkan anggaran biaya dari pengadaan seragam gratis ini sebesar Rp 22.400.000 dengan pembagian rata setiap siswa mendapatkan bagian sebesar Rp 350.000 per siswa.
“ Rp 350.000 per siswa, biaya ini akan diarahkan untuk ongkos menjahit seragam yang belum jadi tadi menjadi seragam yang siap pakai, biaya ini untuk satu seragam sekolah saja, seragam merah putih, “ ujarnya.
Selain itu, Rusmiati juga menambahkan adanya hal positif terkait pengadaan seragam gratis kali ini berupa kain saja, menjadi solusi untuk siswa mendapatkan ukuran baju sesuai dengan ukuran badan siswa, karena sebelumnya dengan seragam siap pakai justru tidak bisa digunakan lantaran ukuran baju yang tidak sesuai.
“ Sangat efektif tahun ini, daripada tahun-tahun sebelumnya, karena ukuran tidak sesuai, akhirnya orang tua mengeluarkan dana lagi, untungnya sekarang dari Dinas Pendidikan mengeluarkan kebijakan baru berupa pengadaan seragam gratis berupa kain, yang nantinya pihak sekolah akan bekerja sama dengan penjahit lokal Bontang untuk pembuatan seragam ini,”ungkapnya.
Untuk penjahitnya sendiri, pihak sekolah masih tahap survei beberapa penjahit yang ada di Kota Bontang. “ Intinya kami mencari penjahit yang menyanggupi jumlah seragam yang kita minta, karena nantinya pihak sekolah akan membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang harus diselesaikan sesuai tanggal dan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan ,” tambahnya.
Untuk diketahui, bantuan seragam gratis diberikan hanya untuk siswa baru, pada tahun pembelajaran 2022.
Reporter : Octa Fadilah
Editor : APL




