KLAUSANEWS – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Kaltim H Riza Indra Riadi mengingatkan rekrutmen tenaga kerja lokal untuk pembangunan konstruksi Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menggunakan media digital, tapi juga manual.
“Nanti perekrutan tidak semua lewat web. Jangan pina gagah cuma pakai web. Kasih juga kesempatan pendaftaran secara manual.
Itu pesan kami ke pusat,” kata Riza Indra Riadi saat membuka Sosialisasi Penyelenggaraan Pelatihan Tenaga Kerja Konstruksi bertema “Kesiapan tenaga kerja konstruksi Kalimantan Timur sebagai masyarakat lokal dalam penyelenggaraan pembangunan Ibu Kota Nusantara” di Hotel Senyiur Samarinda, Kamis (8/9/2022).
Alasannya kata Riza, masih banyak penduduk Kaltim yang tidak cakap digital. Ditambah lagi data BPS tahun 2021 menyebutkan tenaga kerja konstruksi di Kaltim sekitar 99.963 orang didominasi SD dan SMP mencapai 65 persen.
Pekerja yang sudah memiliki sertifikasi baru sekitar 34.257 orang. Sedangkan 65.000 pekerja lainnya belum mengantongi sertifikasi.
“Kami berharap gap 65,64 persen itu bisa dicarikan solusinya,” harap Riza.
Kepala Dinas PUPR dan Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menjelaskan untuk IKN, Kaltim harus menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.
“Kami sudah melatih 161 tenaga ahli. Nanti menyusul lagi 270 tenaga ahli lagi. Silakan ormas di Kaltim daftarkan anggotanya. Kami akan latih dan kami beri sertifikasi. Free tanpa biaya,” ujar Nanda.
Kaltim juga akan melatih tenaga-tenaga asesor yang nantinya akan bisa melatih para calon tenaga kerja konstruksi.
Kepala Bidang Koordinasi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tim Transisi IKN Diani Sandiawati mengungkapkan hingga tahun 2024 nanti setidaknya dibutuhkan tidak kurang dari 260.000 pekerja konstruksi.
Tahun 2022 rencananya akan ada 30.000 orang, tahun 2023 sebanyak 123.000 orang dan tahun 2024 sebanyak 107.000 tenaga kerja konstruksi.(Pemprovkaltim)
Editor : Redaksi




