KLAUSANEWS, Bontang – Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi resmi naik, Sabtu (03/09/2022) sejumlah komunitas ojek mengaku kewalahan dengan naiknya harga BBM yang nilai tidak sesuai dengan pendapatan setiap harinya.
Dicky (25) driver ojek online mengaku akibat kenaikan harga BBM dirinya mengurangi pembelian. Dia berharap kenaikan BBM ini disertai dengan kenaikan gaji. Pemerintah harus menaikan upah minimum.
“Tidak masalah naik asalkan gaji juga ikut dinaikkan walaupun kenaikan gajinya hanya seberapa, “ujarnya saat dikonfirmasi redaksi klausabontang.news Kamis (08/09/2022).
Berbeda dengan Muhsin (50) driver ojek pangkalan yang kesehariannya mengantar anak sekolah dan pembeli di pasar mengakui, kenaikan ini memberatkan para driver ojek dan berdampak ke penumpang.
“Seharinya pendapatan saya pas-pasan mba, setiap harinya sebelum ke pangkalan saya biasa mengisi bahan bakar Rp 20.000 ribu itu saya beli eceran, tetapi sudah dua hari ini saya langsung ke SPBU Tanjung laut, tidak masalah ngantrenya lama asalkan pengisian Rp 20.000 setiap harinya tetap saya lakukan, kalau eceran sekarang kan Rp 12.000 per liternya, “ ucap Muhsin saat ditemui redaksi klausabontang.news di Pasar Taman Rawa Indah.
Lebih lanjut, Muhsin berharap pihak pemerintah kota (pemkot) Bontang tetap siaga dalam mengawasi penyaluran minyak bersubsidi agar dapat tersalurkan secara tepat.
“Harus diawasi agar penyalurannya tepat dan kebijakan pembatasan pembelian harus diperhatikan lagi, “ ujarnya.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi:
- Pertalite Rp 7.600 kini Rp 10.000
- Pertamax Rp 12.500 kini Rp 14.500
- Solar Rp 5.150 kini Rp 6.800
Reporter : Octa Fadillah
Editor : APL




