KLAUSANEWS, Bontang- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus berupaya untuk cetak tenaga kerja handal serta lulusan yang sudah tersertifikasi dalam dunia pekerjaan. Sehingga nantinya, mereka semua bisa terserap di dunia usaha dan dunia industri.
Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kaltim Muhammad Kurniawan, adapun upaya terus ditingkatkan untuk mengoptimalkan jenjang SMK yaitu untuk mencetak tenaga kerja handal serta lulusan yang sudah tersertifikasi.
“Tenaga kerja di Indonesia akan semakin bersaing kedepannya, mereka harus memiliki kompetensi mumpuni dibidangnya dan telah tersertifikasi. Karena kedepannya, Indonesia diprediksi mengalami masa bonus demografi pada tahun 2030 hingga 2040, “ ujarnya.
Ia mengatakan pihaknya akan memberi pelatihan serta sertifikasi kehahlian, dimana sertifikat tersebut akan memudahkan ketika terjun kedunia pekerjaan
“Kita akan beri mereka pelatihan dan sertifikasi keahlian profesi. Sehingga, lulusan SMK dapat diserap oleh tenaga kerja baik itu di dunia usaha maupun dunia industri sesuai dengan kompetensi dan keperluannya, “ katanya.
Lebih lanjut, Kurniawan menerangkan pihaknya akan mewujudkan dan mendukung visi ‘Kaltim Berdaulat’ poin pertama, yakni berdaulat dalam pembangunan sumber daya manusia berakhlak mulia dan berdaya saing terutama bagi perempuan, pemuda dan disabilitas.
“Kita ingin mempercepat dan mewujudkan visi satu Gubernur Kaltim di RPJMD tahun 2019-2023. Meningkatkan sumber daya saing tenaga kerja yang akan masuk dalam dunia kerja atau dunia industri,” jelasnya di Hotel Mercure, jalan Mulawarman, Kota Samarinda.
Sebagai informasi diketahui, jumlah penduduk berusia produktif antara 15-64 tahun lebih besar, dibandingkan penduduk usia tidak produktif dibawah 15 tahun atau diatas 64 tahun. Lalu, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total keseluruhan penduduk Indonesia. Diproyeksikan, ada sebesar 297 juta jiwa pada periode tersebut. (*)(ADV/DISDIKBUDKALTIM)
Editor: Redaksi




