KLAUSANEWS.Bontang -Pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue terus dilakukan pemerintah Kota Bontang, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Kali ini dengan melibatkan Tim Penggerak (TP) PKK se Kota Bontang, pada sosialisasi teknologi wolbachia, Rabu (17/05/2023).
Metode Wolbachia ini dikembangkan dengan memasukkan bakteri Wolbachia pada nyamuk Aedes aegypti. Bakteri ini dapat menghentikan kemampuan nyamuk tersebut dalam menularkan penyakit dengue dan penyakit lainnya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti..
Dijelaskan Koordinator Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan Kota Bontang, Nur Ilham bahwa Wolbachia ini semacam inovasi baru yang akan diterapkan dalam rangka pengendalian DBD.
“ Wolbachia merupakan bakteri yang hidup secara alami di serangga, ada sekitar 60% – 70% serangga terutama nyamuk memiliki wolbachia, tetapi untuk di nyamuk aedes aegypti tidak ada, jadi kita akan memasukkan bakteri wolbachia ini pada nyamuk aedes aegypti, yang nantinya wolbachia ini bisa menghambat perkembangan virus dengue, perlu diketahui bahwa teknologi nyamuk ber- wolbachia ini aman, karena teknologi ini menggunakan bakteri alamiah tanpa ada rekayasa genetik”, ungkapnya.
Rencananya akan rilis pertama dilakukan pada Agustus, setelah telur nyamuk dari kemenkes diterima oleh dinkes Kota Bontang sasarannya ada 6 kelurahan. Rilis kedua akan dilakukan pada Desember dengan sasaran 9 kelurahan yang ada di Kota Bontang. Dengan melibatkan TP PKK.
Harapannya dengan adanya teknologi wolbachia ini nantinya dapat mengurangi penyebaran virus DBD yang ada di Kota Bontang.
“Untuk semua masyarakat khususnya yang ada di Kota Bontang agar dapat bekerja sama dalam program pengendalian demam berdarah melalui teknologi wolbachia ini, karena tanpa dukungan dan kerja sama dari masyarakat program ini tidak akan bisa berjalan,”jelasnya.
Reporter : Yulia.C
Editor : APL




