KLAUSANEWS, Bontang – Dalam mengantisipasi banjir di wilayah Pesisir dan wilayah Darat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang menyarankan masyarakat agar konsultasi pembuatan rumah untuk melihat ketinggian air.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Ambosaka mengatakan bahwa BPBD membuka pintu kepada seluruh masyarakat Bontang yang ingin berencana membangun rumah dapat berkoordinasi melalui pihaknya untuk melihat berdasarkan ketinggian air agar mengantisipasi banjir rob.
“Kalau mau beli rumah atau mau bangun rumah kami saran ke BPBD karena kami mempunyai peta per RT di seluruh wilayah Bontang, untuk melihat ketinggian airnya,” ucapnya saat dihubungi oleh redaksi kitamudamedia.com Selasa (13/06/2023).
Dijelaskan, Ambosaka bahwa ketinggian perairan pada saat banjir rob mengalami kenaikan sekira 1 cm hingga 2 cm. Pasalnya, disebabkan karena adanya pergerakan yang tidak bisa ditentukan.
“Dalam setahun naiknya bisa naik sampai 2 cm, selalu meningkat dari 1 cm sampai 2 cm, pernah paling tinggi 2,7 cm pada tahun 2022 saat banjir besar itu dasarnya karena ada pergerakan,”jelasnya.
BPBD Bontang menghitung kadar air tersebut secara manual dan berdasarkan BMKG.
“Kita menghitungnya secara manual dan berdasarkan dari BMKG, pengukuran sistematisnya tidak ada,”katanya.
Akan hal tersebut, Ambosaka menyarankan kepada seluruh masyarakat yang bermukim di atas laut atau wilayah pesisir, untuk meninggikan bangunan rumahnya.
“Kami saran warga yang tinggal di wilayah pesisir meninggikan bangunannya,”tandasnya.
Reporter : Amel
Editor : APL



