KLAUSANEWS, Bontang – Sumber Daya Alam (SDA) di Kaltim terbilang melimpah ruah, tetapi penduduk miskin di Kaltim masih terbilang tinggi, sekira 6,3 Persen.
Dikatakan Gubernur Kaltim Isran Noor, kemiskinan di Kalimantan Timur (Kaltim) sangat bertolak belakang dengan jumlah sumber daya alam yang melimpah ruah.
“Harusnya sudah tidak ada penduduk miskin di Kaltim, karena sumber daya alam yang dihasilkan Kaltim melimpah ruah, seperti minyak, tambang, perikanan, Hutan, dan gas ada semua ada di Kaltim, tapi kenapa masih ada orang miskin”, ucapnya saat sambutan, Rabu (02/8/2023).
Perlu diketahui walaupun Kaltim penduduk miskinnya masih tinggi, di angka 6,3 persen tetapi jika dibandingkan dengan nasional dengan angka 11 persen penduduk miskin, Kaltim masih terbilang jauh lebih baik.
“Walaupun angkanya tidak mencapai 10 persen tingkat kemiskinan di Kaltim, saya rasa itu tetap menjadi perhatian pemerintah”, ucapnya.
Ia juga menyampaikan, Kaltim surplus perdagangan hampir menyentuh 500 triliun, dari data BPS tahun 2022, jumlah penduduk di Kaltim ada 3,7 juta,jika hasil Export surplus dibagi dengan jumlah penduduk, maka produktivitas Kaltim tidak ada tandingannya.
“Harusnya di Kaltim sudah tidak ada lagi penduduk miskin,” katanya.
Diakhir ia mengatakan, bahwa pemerintah sangat mengapresiasi adanya program pembangunan rumah layak huni yang ada di buat oleh PT. Pupuk Kaltim dan semua perusahaan yang terlibat, hal ini salah satu bentuk upaya untuk menurunkan angka kemiskinan di Kaltim.
“Saya berharap program seperti ini akan terus berlanjut, buat perusahaan yang belum berkontribusi semoga segera berkontribusi dalam program pembangunan rumah layak huni”,tutupnya.
Reporter : Yulia.C
Editor : APL




