KLAUSANEWS, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bersama Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) mengadakan bimbingan teknis tentang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengasuhan anak bagi pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), baik di dalam maupun di luar panti. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Raodah, Jalan Letjend R. Suprapto, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, pada Selasa (24/9/2024).
Kasubag TU Kemenag Bontang, Ali Mustafa yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa panti dapat berperan dalam keberlangsungan hidup anak-anak asuh dengan memberikan pelatihan di berbagai bidang yang sesuai dengan keterampilan mereka.
“Anak-anak bisa diberikan pelatihan untuk kegiatan mereka, bisa sesuai dengan keahlian mereka. Sama seperti di daerah Ponorogo, pengurus institusi Agama Islam Ponorogo memberikan pelatihan kepada anak-anak asuh mereka seperti yatim dan dhuafa. Agar anak mendapatkan nilai keagamaan, kedisiplinan serta pengembangan kepribadian,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPT dan Panti Sosial Perlindungan Anak Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Salawati, menjelaskan bahwa panti terbuka untuk anak-anak yang tidak mendapatkan peran orang tua dan memiliki masalah dalam kehidupan mereka.
“Memang panti terbuka untuk anak-anak yang orang tuanya tidak dapat menjalankan misi sebagai orang tua. Mangkanya di situ panti hadir melakukan pelayanannya karena ada memang regulasi-regulasi yang dilaksanakan ketika permasalahan itu ada,” tuturnya.
Salawati juga menekankan pentingnya dukungan emosional untuk membantu anak-anak menyelesaikan masalah mereka, tidak hanya terkait kekerasan fisik dan seksual, tetapi juga masalah keluarga seperti broken home.
“Kita harus punya konselor untuk mengatasi masalah, melihat dari permasalahan yang terjadi. Misal dari kekerasan seksual kita lihat dari organ intimnya, fisik. Masalah yang dihadapi, apa yang mereka kehendaki. Mengisi waktu luang, pendidikan, pengajian, olahraga, kesenian dan lain-lain. Sehingga anak tidak hanya diam,” ungkapnya.
Dengan adanya pelatihan dan dukungan emosional ini, diharapkan anak-anak yang berada di panti dapat berkembang secara lebih baik dan memiliki masa depan yang lebih cerah.(*)
Reporter: Masyrifah
Editor: Aisyah




