Cegah Stunting di Bontang Utara, Pemkot Libatkan Kader Posyandu

KLAUSANEWS, Bontang – Puskesmas Bontang Utara I terus menggencarkan upaya pencegahan stunting di empat kelurahan. Kepala Puskesmas Bontang Utara I, I Wayan Santika, menegaskan bahwa pihaknya melibatkan kader-kader posyandu dalam pendataan dan pemantauan stunting.

“Ada empat kelurahan yang kita naungi, yaitu Api-Api, Bontang Kuala, Gunung Elai, dan Bontang Baru. Kami mengajak kader-kader di kelurahan tersebut, khususnya posyandu, untuk mendata stunting. Kami juga menjadwalkan kegiatan berdasarkan data yang ada,” ungkapnya pada redaksi KLAUSANEWS, Senin (30/9/2024).

Puskesmas Bontang Utara I juga telah memberikan pelatihan kepada kader untuk memastikan validitas data dan meningkatkan pemantauan kesehatan balita di wilayah masing-masing.

“Setelah pengecekan, kami juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bekerja sama dengan pihak kelurahan. Kami memantau setiap individu terkait stunting, bahkan menggunakan metode penelitian kohort secara manual,” jelasnya.

Pemantauan dilakukan secara intensif, baik di tingkat kelurahan maupun individu, guna mengetahui apakah ada penurunan kasus stunting setelah diberikan pendampingan gizi dan konseling.

“Kami pantau setiap bulan, apakah ada penurunan insiden stunting atau tidak. Semua kami lakukan secara manual,” terangnya.

Wayan juga menyebut bahwa data yang diperoleh Puskesmas Bontang Utara I telah divalidasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). “Walaupun sistemnya masih manual dengan Excel, kami sudah memvalidasi data melalui BKKBN,” ucapnya.

Ia berharap bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab puskesmas, tetapi juga melibatkan seluruh masyarakat.

“Ke depan, kami berupaya mengajak berbagai stakeholder untuk turut memantau perkembangan stunting. Ini bukan hanya tanggung jawab puskesmas, tetapi juga masyarakat dan kelurahan,” tuturnya.

Selain itu, promosi kesehatan mengenai stunting dilakukan melalui berbagai media dan penyuluhan langsung kepada masyarakat.

“Kami memberikan sosialisasi melalui media sosial, promosi kesehatan, serta penyuluhan langsung kepada masyarakat agar mereka lebih sadar mengenai stunting di lingkungan sekitar,” pungkasnya.(Adv)

Reporter: Masyrifah
Editor: Aisyah

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply