KLAUSANEWS, KUKAR – Kirab akbar memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Brimob Polri berlangsung megah di halaman Museum Mulawarman dan Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada 16 November 2024. Acara ini dihadiri tokoh-tokoh penting, termasuk Pjs. Bupati Kukar Bambang Arwanto, Wakil Ketua II DPRD Kukar Junadi A.Md, serta Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin.
Momentum ini diawali dengan prosesi penyerahan Dhuaja Resimen, lambang kehormatan Brimob, dan pemberian gelar Warga Kehormatan Brimob Polri kepada Sultan Aji Muhammad Arifin. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Sultan dalam mendukung stabilitas keamanan melalui sinergi dengan Korps Brimob.
Sultan: Brimob adalah Mitra Keamanan Strategis
Dalam sambutannya, Sultan Aji Muhammad Arifin mengungkapkan rasa bangganya atas kunjungan Pasukan Brimob II ke wilayah Kutai Kartanegara.
“Kehadiran Pasukan Brimob II merupakan kehormatan besar bagi Kesultanan. Kami berharap hubungan harmonis ini terus terjalin untuk menjaga kondusivitas dan keamanan di wilayah Kukar,” ujar Sultan dengan penuh keyakinan.
Brimob Tegaskan Komitmen pada Stabilitas Nasional
Danpas Brimob II, Brigjen Pol Arif Budiman, menekankan bahwa Kirab HUT ini bukan hanya perayaan, tetapi juga simbol dedikasi Pasukan Brimob terhadap perlindungan masyarakat.
“Acara ini menegaskan komitmen kami sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, khususnya di wilayah Indonesia Tengah, termasuk Kutai Kartanegara. Kami merasa terhormat menganugerahkan gelar kehormatan kepada Sultan Kutai Kartanegara sebagai wujud apresiasi atas dukungannya,” jelas Brigjen Arif.
Brigjen Arif juga menggarisbawahi peran strategis Pasukan Brimob II dalam menghadapi berbagai ancaman, baik internal maupun eksternal.
“Kami siap menjadi pelindung yang kokoh bagi masyarakat, menjaga keutuhan negara tanpa kompromi,” tambahnya.
Sinergi untuk Masa Depan yang Lebih Stabil
Kirab ini tidak hanya menjadi ajang perayaan ulang tahun, tetapi juga meneguhkan sinergi antara Korps Brimob dan masyarakat, termasuk Kesultanan Kutai Kartanegara. Dengan kolaborasi yang solid, stabilitas keamanan diharapkan terus terjaga, mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Momen istimewa ini menggambarkan eratnya hubungan antara tradisi, pemerintahan, dan aparat keamanan, menghadirkan harapan baru bagi keamanan dan kedamaian di wilayah Kalimantan Timur.
Penulis : Meta Mellinda




