KLAUSANEWS, SAMARINDA — Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga Dispora Kaltim, Bagus Sugiarta, mengungkap bahwa, Dispora Kaltim tengah berupaya mengindentifikasi hambatan terkait pembangunan olahraga yang terjadi di daerah kabupaten/kota.
Dikatakannya, dalam upaya ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) pemprov Kaltim, giat melakukan pengumpulan data Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) di berbagai daerah di Kaltim, termasuk Balikpapan dan Samarinda.
Namun di tahun ini daerah yang menjadi fokus pengumpulan data yakni di Kabupaten Paser dan Kutai Timur [Kutim], dan survei dalam tahap penyelesaian.
“Kami sudah berada di tahap akhir pengukuran di Paser dan Kutai Timur. Data ini akan menjadi dasar untuk merancang kebijakan olahraga yang lebih terarah dan inklusif,” terang Bagus saat, Jum’at (22/11/2024).
Bagus berpendapat, survei IPO oleh Dispora Kaltim yang dilakukan ke daerah-daerah se-Kaltim dengan maksud untuk mengetahui kebutuhan apa yang di perluka tiap wilayah, agar mereka merasakan perhatian yang sama dalam pembangunan olahraga dari pemerintah. Baik dalam pengembangan fasilitas olahraga, pelatihan atlet, maupun partisipasi masyarakat.
“Hasil survei nantinya akan dievaluasi secara menyeluruh. Kami ingin melihat area mana yang perlu penguatan untuk menciptakan pembangunan olahraga yang lebih merata,” jelas Bagus.
Dengan pendekatan berbasis data ini, pemerintah ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil untuk berolahraga dan mencapai keunggulan.
Diharapkan upaya ini menjadi awal dari kebijakan olahraga yang lebih strategis dan relevan dengan kebutuhan lokal di setiap kabupaten/kota di Kaltim.
“Tujuan utama kami adalah memberikan akses yang sama kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk menikmati manfaat olahraga, sekaligus mengukir prestasi di tingkat regional maupun nasional,” tegasnya.
Dispora Kaltim juga berkomitmen untuk mendorong pemerataan akses terhadap olahraga, khususnya daerah-daerah pelosok di Kaliman Timur. (Adv/Dispora Kaltim)
Editor: Redaksi




