KLAUSAMEDIA, Kutim – Pembangunan Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta resmi dimulai, setelah dilakukan upacara peletakan batu pertama oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Joni Abdi Setia, mengatakan pembangunan gereja ini dibiayai oleh APBD Kutim senilai Rp 8,9 miliar.
Konstruksi ini dikerjakan oleh PT Karya Inti Bumi Konstruksi dengan waktu pelaksanaan hanya 45 hari kalender.
Joni Abdi Setia berkomitmen untuk mengawasi kualitas pembangunan bersama dengan Konsultasi Pengawa, CV Kalticons Desain.
Pihaknya akan memastikan bahwa pembangunan gereja ini memenuhi standar kualitas yang tinggi. Dengan demikian, masyarakat dapat memiliki tempat ibadah yang nyaman dan aman.
“Kami pastikan bisa selesai tepat waktu, dan ada yang mengawasi pembangunan dari CV Kalticons Desain,” kata Joni.
Sementara itu Bupati Kutim saat sambutan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta mengatakan proyek ini merupakan hal penting bagi masyarakat Kutim, khusus bagi umat beragama Kristen.
Ardiansyah berharap proyek ini dapat meningkatkan kualitas hajat hidup masyarakat.
Karena itu ia meminta Dinas PU mengawasi dengan ketat proses pembangunannya supaya selesai tepat waktu. Dengan demikian, masyarakat dapat segera menggunakan fasilitas ini.
Menjawab permintaan Bupati, kepada awak media Joni Abdi Setia memastikan sinergitas antara Dinas PU dan kontraktor pelaksana serta kontraktor pengawas terjalin baik untuk membawa hasil kualitas pembangunan gereja.
Joni mengatakan pembangunan gereja adalah aspirasi masyarakat, karena itu Dengan kerja sama yang baik, semua akan baik-baik saja!.
Pembangunan Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta ini merupakan perencanaan proyek yang berhasil terjawab. Kolaborasi semua unsur, masyarakat pemerintah dan DPRD ini dapat menjadi contoh bagi proyek lainnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, unsur Pimpinan DPRD Kutim, Jimmy Ketua DPRD Kutim, Sayid Anjas Wakil Ketua DPRD Kutim, Dr Novel dan Davit Tante Anggota DPRD Kutim.(ADV)





