Dppkb Kutim Bergerak, Stunting Ditangani Dengan Kreatif

KLAUSAMEDIA, Kutim – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim mengambil langkah inovatif dalam memerangi stunting. Mereka merambah ruang-ruang baru, dari studio podcast, layar TV dan media sosial, hingga halaman sekolah, untuk memastikan pesan kesehatan keluarga benar-benar sampai dan melekat di benak masyarakat.

Melalui program Cap Jempol Stop Stunting, DPPKB Kutim mencoba menghadirkan edukasi yang lebih dekat, lebih mudah dipahami, dan tidak berjarak. Kampanye ini dirancang bukan sekadar memberi tahu, tetapi mengajak masyarakat ikut terlibat dalam perubahan pola hidup.

“Jika ingin mengubah perilaku, kita harus hadir di tempat di mana masyarakat menghabiskan waktunya. Media menjadi pintu yang efektif,” kata Kepala DPPKB Kutim, Ahmad Junaedi.

DPPKB Kutim juga menggandeng TVRI dalam program Publika, menghadirkan diskusi bersama pakar dari Kementerian Pendidikan, BKKBN, hingga LAN RI. Kolaborasi ini membuat pesan pencegahan stunting menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk masyarakat yang belum terhubung dengan internet.

Dengan demikian, DPPKB Kutim memastikan bahwa upaya mencegah stunting bukan sekadar program, tetapi sebuah gerakan bersama menuju generasi yang lebih sehat dan kuat. (ADV)

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply