KLAUSANEWS, Bontang – Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Kota Bontang (Kapasisbon) mengadakan seminar terkait tingginya angka pengangguran serta mewujudkan kewirausahaan di era digital 5.0 dengan menggandeng Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang, Jumat (12/01/2024).
Siti Mutoharoh selaku pengantar kerja dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang menjelaskan angka pengangguran di Bontang masih terbilang tinggi se Provinsi Kalimantan Timur. “Angka pengangguran sebanyak 7072 di posisi nomor 5 se Kalimantan Timur,” ucapnya.
Dikatakan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang berkomitmen untuk mengubah pandangan masyarakat terkait mencari pekerjaan. Selain itu pencari kerja juga perlu meningkatkan kemampuan lain.
“Bukan hanya gengsi attitude menjadi poin penting, tingkatkan juga softskill yang kalian miliki serta mindset dalam dunia kerja,” ucapnya.
Lebih lanjut selain berupaya mengubah pandangan generasi millenial, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) melakukan pengembangan kompetensi terkait tenaga kerja di Bontang.
“Menciptakan pelatihan dan pemagangan guna mengubah pandangan dan gaya hidup anak bangsa sebagai generasi penerus, ucapnya.
Ditempat yang sama, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Winardi meyakini anak bangsa, generasi penerus mampu menjadi wirausaha muda dan mempertahankan berbagai pelatihan yang bisa meningkatkan softskill di dalam dunia pekerjaan.
“Sekarang banyak macam pelatihan yang bisa diikuti terutama pelatihan yang bisa meningkatkan softskill seperti kursus komputer, kecantikan, memasak bahkan berbagai teknik pun ada”, tutupnya.
Diakhir saat dia menyampaikan materi ia mengatakan anak muda harus yakin dan segera tingkatkan soft skill supaya bisa mendapatkan kesempatan pekerjaan yang luas di era terbatasnya lapangan pekerjaan.
“Era Digitalisasi sekarang juga bisa cepat mendapatkan penghasilan, perbanyak relasi dan atur strategi serta realisasikan di bidang yang akan dijalani,” tutupnya.
Reporter: Desty NA
Editor: APL




