Kutim Fokus Bangun Irigasi, Dukung Proses Kemandirian Pangan 

KLAUSAMEDIA, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sedang gencar mengupayakan pembangunan irigasi pertanian untuk mendukung kemandirian pangan.

Saat ini Kutim masih bergantung pada hasil impor pangan dari luar daerah, khususnya Sulawesi dan Jawa.

Karena itu Pemkab Kutim menargetkan lahan pertanian Tiga kecamatan, Kaubun, Kongbeng, dan Long Mesangat sebagai lokasi produksi pangan dan dipilih sebagai kawasan prioritas untuk meningkatkan produksi padi dan hortikultura.

Dyah Ratnaningrum, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, menjelaskan bahwa kawasan prioritas ini memiliki keunggulan karena sudah dilengkapi dengan sistem bendungan besar.

“Tiga tempat itu ada jaringan irigasi primernya yang menjadi jantung dari areal persawahan,” ujarnya.

Irigasi ini seperti pembuluh darah, kalau itu tidak ada, berhenti sudah! Makanya, fokus perluasan areal kita fokuskan ke yang mempunyai irigasi primer. Pemerintah juga memperkuat peran serta masyarakat dengan membentuk Kelompok Pengelola Jaringan Irigasi (P3A) di tingkat desa.

“Kami ingin memastikan petani di Kutim tidak lagi bergantung pada curah hujan. Dengan irigasi yang kuat, produktivitas bisa meningkat dan kesejahteraan petani ikut naik,” tegas Dyah.

Pemkab Kutim berkomitmen menambah 1.150 hektare lahan sawah baru hingga tahun 2026, dengan sebagian besar pengembangannya diarahkan ke kawasan yang telah memiliki jaringan bendungan aktif. (ADv)

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply