KLAUSANEWS – Ramai diperbincangkan kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT), harga cabai rawit yang meroket, tembus Rp 100 ribu per kilogram.
Dari pantauan, tim redaksi klausabontang.news Sabtu pagi (11/6/2022) di pasar tradisional Taman Rawa Indah, lonjakan harga tersebut sudah terjadi sejak pekan lalu, dari sebelumnya Rp 60 ribu per kilogram.
Hasminah (40), salah satu pedangan cabai mengatakan sebelumnya, harga cabai rawit sempat turun setelah lebaran Idul Fitri, tetapi kembali naik bersamaan dengan harga minyak goreng pada pertengahan Mei lalu, yang akibat distribusi stok yang tidak merata.
“ Sebelumnya harga cabai 60.000 per Kg, paling mahal 80.000 per Kg, sekarang sudah 100.000 ribu mba, kita ikutin harga dari sana aja sih mba, ini pun untungnya gak banyak banyak,” jelas Hasminah.
Kenaikan harga yang begitu drastis, tentu memberatkan dompet para pembeli khusus ibu rumah tangga dan pedagang kaki lima.
Lina (43), Ibu rumah tangga, penggemar masakan pedas, kaget dengan harga cabai yang hampir setara dengan harga daging. Padahal, menu masakan jika tanpa sambal terasa kurang manta.
“Masa harga cabai setara dengan harga daging, daging tulangan aja sekilo Rp 110.000 sudah dapat, lah ini cabai rawit kecil loh ada yang Rp 110.000, ada yang Rp 100.000 pusing saya jadinya, mana stok di kulkas saya tinggal sedikit, malas beli klau mahal begini” kata Lina.
Senada, Ita (30), juga berpendapat sama. “Haduuuuhh mbaa, udah uang belanja dari suami enggak naik, malah harga cabai naik lagi.Enggak bisa saya makan kalau enggak ada sambel, tetap nyambel tapi stoknya saya kurangi mba, ” keluhnya.
Reporter : Octa Fadilah
Editor : APL





