KLAUSANEWS, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang melibatkan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Kota Bontang untuk menurunkan angka stunting atau kondisi gagal tumbuh menjadi 14 persen sampai dengan tahun 2023, hal ini sesuai target Kota Bontang dalam menekan angka stunting. Untuk itu, Disdikbud Bontang menempatkan penanggulangan stunting sebagai salah satu program utama jenjang Pendidikan Usia Dini (PAUD) melalui terciptanya PAUD Kota Bontang Berkualitas.
Dalam rapat koordinasi (Rakor) Bunda PAUD se Kota Bontang dan stimulasi gizi penanganan stunting anak usia dini, Rabu (26/10/2022) yang berlangsung di Auditorium 3 dimensi, Disdikbud berharap dengan menekan angka stunting mulai dari PAUD, Sumber Daya Manusia (SDM) di Bontang semakin maju dan berkualitas.
“Usia dini ialah usia emas, dimana tumbuh kembang anak menentukan kehidupan anak selanjutnya, jadi ilmu baik dan berkualitas harus kita berikan sebaik mungkin sejak dini, “ ujar Sekretaris Disdikbud Bontang sekaligus pembina TK. I (IV/b), Sunarya saat ditemui redaksi klausabontang usai rakor di Auditorium 3 dimensi Rabu (26/10/2022).
Terlepas dari persoalan stunting yang hanya menyudutkan bahwa ini adalah tugas beberapa pihak saja, dikatakan Disdikbud ini adalah tugas yang membutuhkan komitmen dari seluruh pihak. gizi buruk, namun perlu diketahui ini adalah tugas semua pihak dan membutuhkan komitmen didalamnya, “ katanya.
“Persoalan stunting bukan sekedar masalah Kesehatan danda orang tua terkait pemberian gizi serta pola asuh anak di usia dini melalui bunda-bunda PAUD se Kota Bontang.
“Tenaga pendidik dan guru-guru PAUD harus sadar dan paham gizi anak seusia dini agar pola makan, stimulasi, dan pola hidup bersih anak akan terbentuk sejak dini, “ ucapnya.
Disdikbud mengatakan melalui kerjasama dan komitmen dari seluruh pihak , hal ini dapat menjadi upaya menurunkan angka stunting dengan peningkatan kualitas dan kompetensi guru PAUD.
“Untuk itu saya mengajak semua pihak untuk terlibat dan komitmen, hal ini diharapkan mampu mencapai target, 14 persen ini akan tercapai nantinya, “ tutup Sunarya.(ADV/DISDIKBUDKALTIM)
Reporter : Octa Fadillah
Editor : APL




