KLAUSANEWS, Bontang – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Tri Ismawati, menyoroti kasus penganiayaan menimpa seorang bayi berusia 2 bulan yang dilakukan oleh ayah kandungnya di Kota Bontang.
Ia menekankan, insiden ini mengindikasikan perlunya pendidikan dan kesiapan emosional bagi calon orang tua sebelum menikah dan memiliki anak. Tanggung jawab sebagai orang tua tidak hanya melibatkan kebutuhan fisik, tetapi juga memerlukan kesiapan mental dan emosional.
“Kasus ini menunjukkan bahwa tidak semua orang yang menjadi orang tua siap untuk menghadapi tantangan tersebut. Pendidikan tentang peran dan tanggung jawab sebagai orang tua harus diperkuat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (2/8/2024) malam.
Ia juga menegaskan, menjadi orang tua adalah tugas yang penuh tanggung jawab. Selain itu, memerlukan pemahaman mendalam tentang perkembangan anak dan kebutuhan emosional mereka.
“Kita tidak bisa menganggap enteng peran orang tua. Ada banyak hal yang harus dipahami, termasuk bagaimana menangani stres dan menjaga kesehatan mental,” tambahnya.
Tri Ismawati, bilang sebelum menikah perlu mengetahui program-program pranikah yang mencakup pelatihan tentang pengasuhan anak dan manajemen emosi. Menurutnya, calon orang tua perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi dalam kehidupan keluarga.
“Pengetahuan dan keterampilan yang tepat diperlukan calon orang tua, agar siap secara mental dan emosional untuk membesarkan anak-anak mereka,” katanya.
Dalam menanggapi kasus ini, Tri Ismawati juga menekankan perlunya pemeriksaan mendalam terhadap pelaku, termasuk tes psikologi dan tes urin. Hal tersebut penting untuk memahami apakah ada faktor-faktor lain, seperti masalah kejiwaan atau penggunaan narkoba yang mempengaruhi tindakan pelaku.
“Kesiapan menjadi orang tua bukan hanya tentang memiliki anak, tetapi juga tentang memahami tanggung jawab besar yang menyertainya,” tutupnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, menjadi orang tua merupakan peran yang memerlukan persiapan matang dan dukungan yang tepat. Agar kasus serupa tidak terjadi lagi, khususnya di Kota Bontang.(Adv)
Penulis : Ir
Editor : Fsy




